Latest Entries »

Suasana aksi bersih pantai

Sabtu, 19 Mei 2012 Paitua-MTU (Paitua Mapala teknik Unand) menggelar aksi bersih pantai yang berlokasi di Pantai Padang tepatnya dari depan Taman Budaya sampai ke Muaro. Acara ini sendiri dilaksanakan dalam rangka memperingati Dies Natalis Fakultas Teknik dan ulang tahun Paitua-MTU yang ke-24.

Sebelum aksi digelar terlebih dahulu dilakukan upacara pembukaan di Gedung Taman Budaya yang dihadiri oleh Wakil Walikota Padang, Rektor Universitas Andalas, Pembantu Dekan III Fakultas Teknik Unand dan Lurah Berok Nipah. Rektor Universitas Andalas Dr. Werry Darta Taifur, SE., MA. dalam sambutannya berkata,

“Di dunia kerja nantinya bukan hanya ilmu di perkuliahan saja yang dipakai tapi juga soft skill yang salah satunya didapatkan dari kegiatan seperti ini. Saya sangat mendukung kegiatan ini karena dapat meningkatkan rasa kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan sekitar.”

Kemudian Bapak Wakil Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansyarullah, SP menyampaikan rasa terima kasih kepada Paitua-MTU karena telah mengangkat kegiatan ini. Beliau juga menambahkan sangat mendukung acara ini karena dapat menjadi contoh bagi masyarakat tepi pantai untuk menjaga kebersihan pantai.

Acara yang juga digelar dalam rangka memperingati Hari Bumi ini pesertanya berasal dari mahasiswa Fakultas Teknik Unand dan Mapala se-kota Padang. Usai acara pembukaan di di Gedung Taman Budaya peserta lantas dilepas oleh Bapak wakil Walikota diikuti oleh Rektor dan Pembantu Dekan III Fakultas Teknik Unand. Meski matahari bersinar terik tapi antusias para peserta tak surut, mereka dengan semangat memungut sampah yang mereka temui di sepanjang pantai yang dilalui.

Selain memungut sampah Paitua-MTU juga mengampanyekan untuk menjaga kebersihan pantai kepada para pengunjung dan pedagang di tepi pantai dengan membagikan stiker himbauan. Setelah usai memungut sampah di pantai peserta lantas berisitirahat untuk kemudian melakukan acara penutupan yang ditutup oleh Camat Padang Barat.

Galeri Foto :

Bapak Rektor Unand menyampaikan kata sambutannya

Bapak Wakil Walikota Padang memberikan sambutannya

Pelepasan secara simbolis oleh Bapak Wakil Walikota Padang

Pelepasan secara simbolis oleh Rektor Unand

Gambar : imdb.com

Director : Gary Winick
Writers : Jose Rivera, Tim Sullivan
Casts : Amanda Seyfried, Christopher Egan, Vanessa Redgrave, Gael Garcia Bernal
Year/Production : 2010/Summit Entertainment

Di sebuah tempat di kota Verona-Italia terdapat sebuah Rumah Juliet di mana setiap harinya banyak para wanita dari seluruh dunia menulis surat dan menempelkannya di dinding rumah tersebut. Isi surat mereka berupa curahan hati tentang hubungan mereka dengan pasangannya. Sophie yang kebetulan berlibur di kota tersebut dengan tunangannya Victor, penasaran hingga akhirnya bergabung dengan para sekretaris Juliet dan membalas surat yang ditempel di sana.

Suatu hari ketika Sophie sedang mengambil surat dari dinding, ia mendapati sebuah surat di dalam dinding tersebut yang telah tersimpan selama 50 tahun. Ia lantas membalas surat tersebut dan tak dinanya Claire yang menulis surat tersebut datang dari London ke Verona, karena tersentuh dengan balasan yang ditulis Sophie untuk mencari Lorenzo seseorang yang dulu menjadi belahan jiwanya. Bersama Charlie cucunya, dia mengajak Sophie untuk menemukan cinta pertamanya. Tak mudah bagi mereka untuk menemukan Lorenzo karena ada banyak orang dengan nama yang sama. Sementara dalam perjalanannya tanpa sengaja perlahan tumbuh benih cinta di antara Sophie dan Charlie.

Dengan latar kota-kota yang indah di Italia dan kesempurnaan dialog yang disajikan, menjadikan film ini sebagai salah satu film romance terbaik yang harus ditonton. Alur ceritanya juga bagus dan tidak monoton di mana terdapat beberapa adegan romantis ditambah soundtrack “Love Story” dari Taylor Swift membuat film ini semakin menarik.

Me and Today

Hari ini, ya gue bakal cerita tentang kegiatan gue hari ini. Persis seperti judul yang udah gue bikin. Tapi sebelumnya gue mau sharing dikit nih–terkait judul di atas–di mana gue sering denger dari orang-orang kalau nulis itu gampang-gampang susah, tapi yang sering gue temui lebih banyak susahnya. Gue pernah googling tentang gimana cara memulai menulis dan yang gue dapet dari sana katanya nulis itu gampang kok. Mulai aja nulis dari lo bangun sampai lo tidur pada hari itu. Udah, gitu aja. Lo ‘gak perlu beli buku sama pena kayak dulu pas lagi ngetrendnya buku diary, cukup duduk manis di depan komputer/laptop sambil dengerin playlist lagu yang lo suka ditambah secangkir kopi dan sebungkus rokok atau cemilan dan mulai aja lo tekan tombol-tombol huruf di keyboardnya. Ato malah tambah ribet ya? He…he…

View full article »

Jika kita ditanya apa klub sepak bola terbaik di bumi saat ini, tentu jawaban kita ada pada Barcelona. Sebuah tim yang terkenal karena kekompakannya memainkan gaya tiki-taka akibat ‘ulah’ sang entrenadornya, Pep Guardiola. Barcelona menjadi yang terbaik karena jumlah trofi yang didapatkannya akhir-akhir dan dunia mengakuinya. Namun kejayaan Barca sepertinya akan berakhir, ini terlihat dari beberapa laga yang dilalui oleh klub Catalan tersebut di partai melawan tim-tim besar. Dimulai ketika melawan Chelsea di Liga Champions, Barca yang mendominasi pertandingan harus gigit jari karena kalah agregat 2-3 dari Chelsea yang membuat langkah mereka terhenti. Kepedihan lain yaitu ketika partai El Classico versus Real Madrid, bermain di kandang sendiri Barca harus mengakui keunggulan Madrid dengan skor 1-2. Belum lagi pengunduran diri sang maestro Pep Guardiola, mungkin akan butuh waktu lagi bagi Barca untuk beradaptasi dengan pelatih baru mereka. Hal ini tentu menggembirakan Madrid karena saingan terberat Mourinho sudah tidak lagi melatih Barca.

Skuad Chelsea (Foto : football365.com)

View full article »

Sajak dari Danau Gunung Tujuh

Aku terpana, tanpa ragu memandang hamparan air di depanku
Tergenang dalam cerukan raksasa dengan tujuh gunung yang mengelilinginya,
seolah ingin menjaga dari segala keburukan di luar sana

Airnya teduh, menyejukkan jiwa yang berlabuh
Panoramanya indah terbentang, membuat tak berkedip mata yang memandang
Gemericiknya lembut, menjernihkan hati yang sedang kalut

Aku terperangah, tapi mataku tetap memandang tanpa lelah
Sesaat damai kurasa, seperti aku tak ingin beranjak dari sini
Danau yang indah dengan sinaran mentari di atasnya

Di sini kucoba ‘tuk mencerna arti setiap langkah kita
Mendaki harapan yang sering kita impikan bersama
Menyatukan kebersamaan dalam untaian canda penuh makna

Aku berharap dapat kembali suatu hari nanti
Di sini, di Danau Gunung Tujuh

08.16 WIB, 10 April 2012.
Danau Gunung Tujuh, Kerinci.

Tunggu Aku di Jembatan Batu Busuak

Detik berjalan begitu lambat meski aku mengharapkannya cepat
Jalanan selalu tampak terjal bagiku, hijaunya belantara hanya tampak semakin gelap saja
Tapi aku menikmati perjalanan ini, petualangan ini

Tak ada hujan, hanya hawa dingin yang menyelimuti
Tak ada matahari, hanya api unggun yang menghangatkanku

Sungai bergemericik mengalunkan lagu yang merdu
tapi aku tak akan melupakan suaramu, suara yang selalu kurindu
Angin bergemuruh lirih seolah mengabarkan kau tak lagi menunggu
segera kusibak angin itu dan melanjutkan perjalanan ini tanpa ragu

Aku akan merindukan seduhan kopimu di pagi hari
tatkala mentari baru muncul di cakrawala dan kita tertawa setelahnya
Dan saat kembali, beri aku setangkai senyum terindahmu yang hanya untukku

Tunggu aku untuk sesaat aku segera kembali
Tunggu aku di Jembatan Batu Busuak…

Padang, Maret 2012.
Dalam perjalanan di rimba Solok-Padang.

-Tulisan ini juga dimuat di Harian Singgalang edisi Minggu, 1 April 2012.-

Malam semakin pekat mengeliat di sepanjang jalan Padang-Bukittinggi, bergulir perlahan mendekati tengah malam. Jalanan tampak hitam dan kelam, beruntung cuaca cerah malam ini sehingga sinar bulan dan bintang-bintang sedikit membantu menerangi jalan yang kami lalui. Ya, malam ini kami sedang dalam perjalanan menuju Gunung Singgalang untuk melakukan pendakian. Tak seperti biasanya, kali ini kami berangkat di malam hari karena beberapa jam sebelumnya harus menghadiri acara pernikahan dari kakak salah seorang teman kami. Sebelumnya, pada sore hari kami berkumpul di sekretariat KCA-LH Rafflesia dan dilanjutkan packing di sekretariat Mapala Svarna Dvipa Ungu. Dalam perjalanan kali ini kami berjumlah 8 orang dengan mengendarai 4 buah sepeda motor secara berpasangan. Beberapa diantara kami merupakan anggota Forkompa-UA (Forum Komunikasi Pecinta Alam Universitas Andalas), yaitu Yosep dari Mapala Svarna Dvipa Ungu (Mapala Fakultas Peternakan), Hendra dari KCA-LH Rafflesia (Mapala FMIPA), Ucok dari Green Justice (Mapala Fakultas Hukum), Ari dari Mapastra (Mapala Fakultas Sastra) dan saya sendiri dari Paitua-MTU (Mapala Fakultas Teknik). Ditambah Revo dari Blaise Pascal (Mapala UPI-YPTK) dan dua simpatisan yaitu Si Og dan Ihsan. Pendakian ini sendiri kami agendakan sebagai ajang silaturahmi antar sesama penggiat alam bebas (baca: Mapala), selain itu juga untuk menjernihkan pikiran karena selama ini tercurah untuk belajar, membuat tugas dan ujian di bangku perkuliahan. Pendakian kami lakukan pada hari Sabtu-Senin, 21-23 Januari 2012.

View full article »

Setangkai Edelweis dari Singgalang

Kutarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan, tepat mengenai kaca jendela bis yang kutumpangi. Kuarahkan pandanganku ke luar jendela, memandangi hamparan sawah yang sedang menghijau dengan bulir-bulir padinya yang baru tumbuh. Adakalanya kudapati segerombolan anak-anak sedang bermain layangan di tanah lapang yang tepat berada di sisi jalan. Begitu banyak pemandangan kehidupan yang terlukis di mataku sepanjang jalan yang kulalui, meski demikian pikiranku tetap tertuju pada seseorang, wanita yang membuatku datang lagi ke kota ini. Kota yang indah, seolah di setiap jalanan yang aku lalui terpatri kenangan antara aku dan dia. Terlukis abadi meski suasananya telah berubah. Aku tak tahu apakah perasannya telah berubah terhadapku, atau masih berdiri kokoh seperti sebuah tugu yang ada di pusat kota kecil ini.

View full article »

Hawa dingin masih terasa menusuk kulit pagi ini. Hujan yang deras tadi malam membuat suasana pagi berselimut kabut, tipis. Matahari pun belum menampakkan sinarnya karena masih terhalang awan hitam yang menempel di langit-langit Limau Manis. Namun cuaca yang begitu dingin tersebut tak menghalangi para anggota Paitua-MTU (Paitua Mapala Teknik Unand) untuk melakukan kegiatan Rappeling yang dijadwalkan hari ini, Minggu, 26 Februari 2012 yang bertempat di Nagari Lambung Bukik, tepatnya di Jembatan Batu Busuak. Setelah semua siswa berkumpul dan berbaris di depan sekretariat Pitua-MTU acara pembukaan pun dimulai, yang langsung dibuka oleh Adi Cahyadi selaku ketua Paitua-MTU. Kegiatan Rappeling ini merupakan bagian dari rangkaian acara Diklatsar XXI Paitua-MTU yang juga kegiatan lapangan pertama, di mana sebelum kegiatan di lapangan para siswa dibekali dengan materi ruangan tentang dasar-dasar kepecintaalaman.

View full article »

Pagi baru hendak beranjak menuju siang tatkala sekelompok mahasiswa berkumpul di depan sekretariat Paitua Mapala Teknik Unand (Paitua-MTU). Tampak kacu berwarna orange melingkar di leher mereka dengan tulisan “Siswa Diklatsar XXI Paitua Mapala Teknik Unand” di bagian belakang. Tak lama anggota biasa yang telah menunggu kedatangan para siswa keluar dari sekretariat dan langsung berbaris tepat di depan para siswa. Di bawah sinaran mentari yang hangat menyinari kampus Unand di daerah Limau Manis, Adi Cahyadi selaku ketua Paitua membuka ‘pidato’nya dan memberikan arahan kepada para siswa diikuti Rahmat Hidayat selaku Kepala Sekolah dalam rangkaian Diklatsar XXI ini. Ya, hari ini para Siswa Diklatsar Paitua-MTU akan melakukan kegiatan Climbing di Tebing Gunung Padang yang merupakan kegiatan lapangan kecil terakhir setelah sebelumnya melakukan kegiatan Rappeling di Jembatan Batu Busuak dan Caving di Ngalau Kalilawa (Gua Kelelawar) di Indarung.

View full article »