The Beginning

Secara resmi, ini adalah postingan pertama saya dengan kategori engineering. Meminjam judul lagunya One Ok Rock, meski saya belum menelaah liriknya secara keseluruhan. Sebelumnya kebanyakan tulisan saya adalah tentang cerita petualangan yang saya lakukan ketika masih berstatus mahasiswa. Tapi nyatanya saya bukan mahasiswa lagi, saya seorang pekerja, seorang engineer lah. Meski masih berlabel engineer yang newbie.

Tulisan tentang engineering ini merupakan bentuk tanggung jawab moral terhadap apa yang telah saya dapatkan selama ini. Dimana dalam prosesnya pengetauan tentang engineering tidak hanya saya dapatkan di dunia perkuliahan tapi juga hasil googling yang berarti sumbernya dari internet. Sudah banyak artikel engineering yang saya baca di dunia maya tersebut, namun yang paling memotivasi dan berkesan yaitu blognya Pak Don. Blog yang bercerita tentang dunia piping, lebih spesifik tentang Piping Stress Analysis. Seperti Hukum III Newton lah intinya.

Hal ini tak lepas dari arahan seorang senior saya yang tiada henti ‘merecoki’ saya dengan pengetahuan seputar dunia EPC. Jadilah saya akrab dengan blognya Pak Don yang memberi segala yang saya inginkan. Dari sanalah saya bercita-cita suatu saat nanti bisa menjadi seorang Piping Stress Engineer. Namun karena telah salah jalan pada awalnya keinginan tersebut belum bisa terwujud.

Saat ini saya bekerja di sebuah perusahaan subcont yang sedang mengerjakan proyek revamping sebuah pabrik pupuk ternama di Indonesia, sebagai Rotating Equipment Inspector. Di tempat lain ada yang menyebut QC Rotating. Meski sempat diprotes oleh senior saya karena saya belum qualified dengan tidak adanya sertifikat keahlian. Tugas saya adalah memastikan semua rotating equipment di proyek tersebut terpasang sesuai dengan standard dan requirement dari client. Prosesnya mulai dari erection sampai dengan precommissioning.

Skyscraper, The Return of Me

Kata Skyscraper terdengar penuh semangat dan antusias, tapi The Return of Me agak sedikit epic yang berlebihan memang.

Akhirnya saya kembali. Ya, kembali mantengin nih blog setelah sekian lama gak saya isi. Tentunya ini bukan kisah epic seperti “The Return of The Condor Heroes”-nya Andy Lau atau lagu “Intro” milik Endank Soekamti yang cuma nyanyiin tuh judul sebagai lirik berkepanjangan seperti Melly Goes to School, eh, Goeslaw, di lagu “I just Wanna Say I Love You”.

Banyak kesibukan lain yang membuat saya lama tidak posting. Maklumlah waktu itu statusnya mahasiswa tahun akhir yang mesti ngurusin skripsi, wisuda sampai kesibukan menjadi pengangguran fresh. Di samping juga mood yang belum bisa seperti Dewi Lestari. Tapi seiring tulisan ini saya mencoba aktif kembali, karena bagaimanapun menulis merupakan sebuah terapi untuk ‘menengahi’ kesibukan saya yang lain.

Judul postingan ini meminjam judul lagu dari Demi Lovato, Skyscraper. Hanya saja jika Demi berharap bisa move on atas hubungannya yang kacau, saya berharap setelah ini bisa rutin menulis kembali. Meski sempat ada kekhawatiran postingan ini dibaca sama Demi terus dia menuntut saya atas judul yang sama, tapi tetap saya terusin. Toh siapa saya di mata Demi Lovato?

Road to Sarjana: Temen Baru Gue, Insomnisa

Pagi ini nggak lagi terasa dingin seperti biasanya, padahal biasanya jam segini juga gue makin semangat narik selimut. Mungkin karena semalam gue susah pejamin mata sehingga suhu tubuh gue tetep anget kayak habis minum wedang jahe. Yup, udah beberapa hari terakhir ini bulan juga boleh gue terserang insomnisa. Semacam musibah susah tidur tapi lebih akut karena sekelebat sosok Anisa ex.Chibi yang terus tersenyum di kelopak mata gue, belum lagi Maudy Ayunda nggak henti-hentinya menggoda gue buat nemenin doski menjelang tidurnya. Tewas gue!

Yah, selalu ada seribu alasan buat mahasiswa tahun akhir kayak gue untuk tidak terlelap sebelum midnight. Alasan paling masuk akal apalagi kalau bukan ngerjain skripsi yang udah gue mulai jauh sebelum kampus gue ada. Tapi tetep aja gue kalah sama panitia Piala Dunia 2014 di Brasil yang bisa kelarin stadion-stadion buat hajatan empat tahunan tersebut. Nyesek rasanya, sama kayak Ibrahimovich yang nggak bakalan bisa jualan es cendol di Brasil nanti atau Kaka yang jerseynya jadi rebutan Ramires, Oscar dan Willian. Kalau udah begini mau nggak mau playlist lagu gue terpaksa album jadulnnya ST 12, pudar sudah imej gue sebagai yang disegani di komplek sebagai “Bapaknya Anak Metal”. Tapi kita tetap musti bisa move on dan cari pacar yang baru.

Gara-gara bola. Eh, akibat belum kelar juga kuliah gue, mantan-mantan gue nambah tuh. Ada yang udah pernah gue deketin bahkan yang belum kenal juga banyak. Keburu layu tuh janur kuning nungguin gue dapet toga. Toh jodoh nggak kemana, lagian gue sekarang juga udah berjodoh sama Insomnisa!

Hening

Aku merasa berbeda hari ini, merasa seperti beberapa tahun silam ketika aku masih berseragam putih abu-abu. Di sebuah bangku taman sekolah di belakang kelas dengan suasana hening. Hanya semilir angin yang sesekali menggoda kami. Ia hanya tersenyum kecil, simpul bibirnya tampak merona. Aku tak berdaya, tak bisa lepas dari senyumnya. Kurasakan keteduhan di hatiku, seteduh pohon mahoni yang sedang memayungi kami saat ini. Tak kurasakan badai, tak kudengar gelegar halilintar, aku hanya mendengar gemericik air sungai yang mengalir jernih. Sekali lagi menyejukkan hatiku.

Dia menoleh kepadaku, masih dengan senyum manisnya seolah manja di mataku. Hembusan angin terasa lebih kencang dari sebelumnya, aku semakin dekat kepadanya. Tiba-tiba ia menyandarkan tubuhnya di bahuku. Kuelus rambutnya, tangan kami pun berpegangan, erat meski tak terikat. Suasana hening seketika, semua berlalu tanpa kata-kata, mungkin hati kami sudah saling percaya. Kami tak beranjak, masih di bangku taman sekolah, berdua, bertiga dengan semilir angin yang perlahan hilang ditelan keheningan…

Selamanya

Ir, aku merindukanmu malam ini, malam kemarin dan mungkin malam-malam yang akan datang. Apakah kau merasakan hal yang sama? Kurasa sekarang tidak lagi.

Matahari bersinar terlalu cepat berganti bulan di malam hari, daun-daun berguguran berganti musim semi. Begitu cepat waktu berlalu meninggalkan semua kenangan yang pernah kita lalui selama ini, tentu bersama canda-tawa teman kita yang sekarang entah di mana mereka berada. Yang jelas aku tahu kamu masih di hatiku, tak akan kemana-mana.

Ir, jika aku bisa kembali ke masa lalu…
Aku akan memilihmu untuk menemaniku saat ini memilih sepasang cincin di etalase toko di kota kita. Aku akan memilihmu untuk kemudian merapikan dasiku saat aku akan berangkat kerja. Aku akan memilihmu untuk memilih nama depan bagi sepasang anak kita. Yah, hidup memang tentang sebuah pilihan. Tapi sayangnya aku tak pernah punya kesempatan untuk memilihmu.

Bunga bermekaran menambahkan wangi suasana, lalu kau memetiknya saat itu untukku.
Maafkan aku pernah hinggap di bunga lain. Sekarang musim semi dan kau tak di pelukku, aku berharap musim selanjutnya kita bisa bersama apapun itu. Atau jika tidak aku ‘kan menunggumu di musim semi selanjutnya, tidak juga? Aku akan menunggumu selamanya…

Crazy Love, Film Jiplakan?

Crazy Love Movie posterSutradara: Guntur Soeharjanto
Tahun/Studio: 2013/Maxima Pictures
Genre: Romance, Comedy
Pemeran: Adipati Dolken, Tatjana Saphira, Kemal Palevi, Herichan, Zidni Adam

Film Crazy Love masih mengangkat seputar tema kehidupan remaja, cinta dan persahabatan dengan kenakalan konyol semasa SMA. Tak ada yang istimewa sebenarnya dari film ini, cerita yang diangkat masih tema kebanyakan. Endingnya pun bisa ditebak ketika film telah bergulir dari awal. Continue reading