Puisi untuk Dian Sastrowardoyo

Malam semakin pekat, hitam menggeliat melilit ragaku
Bingar cahaya mata semakin redup, seolah dunia menciut
Tak terukur waktu jiwa ini mulai lesu lalu membisu

Oh, masih adakah cahaya itu? Aku rindu…
Rindu mendengar suara nyanyian dari seorang wanita
Ingin melihat rupa dan geriknya
Masih sehalus dulukah? Masih sewangi Melatikah?
Aku tak tahu, tapi aku ingin tahu

Malam semakin pekat, aku kembali teringat
Seraut wajah terlukis di fikiranku, membayangi langkahku
Sketsa rupa dari tinta di atas kanvas putih

Masih sehalus dulukah? Masih sewangi melatikah?
Semoga aroma malam menepis semua curigaku
Aku ingin dia tetap seperti dulu
Menjadi bunga di setiap mimpiku dan memberikan wangi
Menjadi pengingat tatkala aku khilaf
Dan memberi arti ketika aku mulai terpaku…

Padang, 31 Maret 2011
Ketika Padang berawan hitam, tipis.

8 thoughts on “Puisi untuk Dian Sastrowardoyo

    • Postingan tentang futsalnya nyusul, ntar kalu udah ada bakal dikasih tahu kok.
      Thanx udah berkunjung ya Di, keep update with my blog ya.

Comments are closed.