Bintang Berwarna

Kulihat ke luar jendela kamarku, bintang-bintang mulai berjalan perlahan menyisir pekatnya taman langit yang berbalut warna hitam. Di antara bintang-bintang itu tampak satu bintang berkilau, meski cahayanya tak seterang yang lainnya tapi aku menganggap istimewa. Bintang tersebut perlahan meninggalkan kumpulan temannya, dia menghampiriku. Aku masih tak bergeming, masih duduk di atas kursi ini sedari tadi.

Entahlah, aku tak tahu mengapa dia begitu istimewa bagiku. Tak seperti gadis lain yang pernah kutemui, meski banyak temanku berkata masih banyak yang lebih baik darinya. Tapi tetap saja dia istimewa bagiku.Rambutnya yang lurus dan hitam memanjang sampai di bawah bahunya, lesung pipitnya ketika dia tersenyum. Semua itu begitu natural dan sangat manis bagiku. Dia memang terlihat jarang memakai make-up, tapi tetap terlihat manis di hatiku…
Dia mungkin menganggap semua lelaki sama, tapi bagiku dia berbeda.
Kini semua itu hanya bagai segumpal kapas yang tertiup angin, kenangan yang terbang tinggi melewati atmosfer bumi. Kenangan itu masih ada kiranya, tapi aku tak tahu hatinya ada di mana. Aku bahkan sempat menerka kenangan itu yang selalu kau lihat tiap malam, ketika hawa semakin dingin dan pancaran bulan semakin putih terang.

Bintang berwarna itu adalah dia, aku baru sadar. Selama ini ia hanya kuanggap sebagi bintang biasa, seperti yang lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s