Sajak Kerinduan

Aku telah melintasi Jalan Lintas Sumatera, telah pula melayang di atasnya
menyusuri pantainya dengan sunrise dan sunset  yang selalu tersenyum kepadaku
Aku melafazkan indahnya bahasa Melayu hampir di setiap lakuku
dan telah pula berinteraksi dengan orang-orangnya yang ramah
Tapi anganku masih melayang tak tentu arah, kurasakan damai tapi jiwaku masih bergetar lirih

Tingginya puncak Tri Arga telah aku daki, cadasnya Tebing Harau telah aku tapaki
dan asrinya rimba Bukit Barisan telah aku jelajahi
pun dengan indahnya deretan gua di Sisawah telah pula aku telusuri
Tapi aku tak pernah merasa senyaman ini dan jiwaku selalu berbisik,
“Tanah kelahiranmu adalah tempat yang paling sejuk untuk selalu didatangi,”
meski rumputnya tak sehijau Andalas sekalipun…

Ini tentang kerinduan, sajak-sajak yang selalu berpuisi di hati
Mendengungkan suara selaras pengobat resah dan gundah

-Pati Bumi Mina Tani-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s