Puasa Hari Pertama

Sabtu, 21 Juli 2012. Terdengar lagu End of Days dari Bullet for My Valentine, sayup terdengar semakin lama semakin keras saja suaranya. Aku tak bergeming, masih larut dalam mimpi. Tapi begitu suara yang sama terdengar beberapa menit kemudian aku lantas terjaga, rupanya lagu tersebut berasal dari alarm hp Ricky yang tidur di sebelahku. Ditambah lagi suara panggilan dari bawah,

“Jago euy, sahur. Bali samba lai…!” teriakan tersebut berulang-ulang diucapkan oleh temanku yang sudah bangun terlebih dahulu. Membuatku terpaksa bangun meski tak turun sambil memberikan ‘dana’ untuk membeli menu sahur, masih dengan mata setengah terbuka,

“Titip samba ciek, campua-campua se lah,” ujarku dengan malas. Kebetulan di kos yang paling kecil adalah Alvin, maka mau tak mau ia yang harus berkorban menembus dinginnya suhu di dini hari Limau Manis ini untuk membeli menu sahur.

Ya, ini adalah hari pertama puasa di tahun ini. Tak terasa bulan Ramadhan telah datang kembali, tepatnya Ramadhan 1433 H. Umat Islam di seluruh dunia pun melakukan Ibadah puasa Ramadhan, tak terkecuali dengan kami ‘penghuni’ bukit Karamuntiang ini. Total kami bertujuh di sini, tidak mudik dengan alasan yang beragam. Ada yang masih semester pendek, baru pulang dari KKN dan juga karena kampung yang jauh–yang kalau harus pulang juga tanggung–dan beragam alasan lain.

Setibanya Alvin dari warung, Syahrul lantas membentangkan ‘lapangan bola’ dan menyajikannya untuk kami. Segera kami mengelilingi ‘lapangan bola’ tersebut dan segera menyantapnya, tentunya dengan membaca doa sahur terlebih dahulu. Usai makan kami tak lantas tidur, sambil menunggu waktu Sholat Shubuh kami berkumpul di ruang tamu sambil menonton tv.

Tak lupa, untuk seluruh umat muslim di dunia ini saya mengucapkan :
“Selamat menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1433 H”.

6 thoughts on “Puasa Hari Pertama

    • Sama-sama da.
      Alhamdulillaah, penghuni sekre tetap melestarikan kebiasaan tersebut. Kalo pulkam boleh tuh singgah di sekre, kita bentangkan lapangan bola bersama-sama.

    • Bukan, itu cuma istilah.
      Biasanya kalau kita lagi makan bareng makanannya kita taruh di atas flysheet (terpal tipis warna hitam) atau kalau nggak menyatukan pembungkus nasi secara memanjang, trus kita makannya keroyokan…πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s