Padang-Bukittinggi di Hari Sabtu

Sabtu, 22 Juli 2012 di pagi hari yang cerah saya dan teman-teman berencana pai malala (bepergian) ke Bukittinggi. Mumpung sedang weekend, tepat di hari pertama puasa. Selain untuk sekedar malala juga karena teman saya Ricky mendapat pesanan dari salah seorang alumni berupa Pisau Kerambit. Sebenarnya pisau jenis ini bisa ditemui di gerai-gerai souvenir, tapi ia menginginkan Pisau Kerambit yang dipesan dan dibuat dengan ketelitian tinggi.

Rute yang kami lalui yaitu dari Limau Manis yang merupakan markas besar kami menuju jalan raya di By Pass. Melewati jalan ini terasa membosankan karena rutenya yang lurus dan nyaris tanpa belokan berarti sehingga tidak bisa melakukan manuver. Memasuki jalan di wilayah Kabupaten Padang Pariaman, treknya mulai menantang dengan belokan-belokan yang menantang dan tidak membosankan. Arus lalu lintas di kawasan ini relatif padat yang didominasi oleh kendaraan pribadi. Setelahnya jalan yang kami lalui tidak lagi ramai. Hingga akhirnya tiba di perbatasan Padang Pariaman-Padang Panjang, kami beristirahat sejenak sambil menikmati hamparan hijau di depan kami. Sejuk.

Perjalanan kami lanjutkan, setibanya di Nagari Koto Baru tepatnya setelah pasar kami belok kanan masuk ke dalam sebuah persimpangan jalan. Tujuan kami yaitu Nagari Sungai Pua di mana empu pembuat Pisau Kerambit berada. Setibanya di sana kami telah ditunggu oleh Ilham teman sekampus yang sebelumnya telah kami kabar perihal kedatangan kami. Ilham lantas mengantar kami menuju ‘workshop’ sang empu. Setelah bertemu dengan sang empu dan proses negoisasi harga dan waktu kelar, kami lantas melanjutkan perjalanan menuju Jam Gadang di kota Bukittinggi.

We love Bukittinggi

Setibanya di lokasi Jam Gadang kami ditunggu oleh Steven dan seorang temannya. Kami lantas menghabiskan waktu dengan keliling pasar di sekitar tempat tersebut. Kondisi pasar tidak berubah, tetap ramai seperti hari biasa. Yang membedakan hanya jika bulan puasa para pedagang makanan semakin bertambah. Ada yang menjual makanan dan minuman pembuka, ikan berukuran kecil yang telah digoreng, aneka keripik dan beragam hidangan pembuka lainnya. Meski berbagai kuliner tersedia di sana, saya justru membeli kaos dengan gambar Jam Gadang untuk souvenir sementara Ricky dan Harry berburu adventure bag di ‘butik’. Puas berkeliling di pasar akhirnya kami berpisah. Steven dan temannya pulang ke Maninjau, Dayat ke Batu Sangkar sementara Ricky, Harry, Alvin dan saya menuju rumah Iwan–teman kami di kampus–yang jaraknya tidak begitu jauh dari sana.

Cukup lama kami di rumah Iwan, larut dalam obrolan hangat dengan secangkir kopi hangat dan suhu yang tidak hangat. Tidak hangat karena berada di kaki Gunung Marapi. Tak terasa malam semakin larut, pukul 20.30 WIB kami berpamitan untuk kembali ke Padang. Sepanjang jalan yang kami lalui suasananya relatif sepi sehingga kami bisa melaju kencang menembus malam di sepanjang jalan Bukittinggi-Padang. Setibanya di sebuah jembatan layang kami berhenti. Jembatan tersebut berada di Kabupaten Padang Pariaman, tepatnya sebelum Bandara Internasional Minangkabau. Nongkrong di jembatan ini seolah menjadi kewajiban jika pulang dari Bukittinggi, baik itu dari acara jalan-jalan atau pernikahan dan sehabis mendaki. Jika kebetulan membawa Trangia dan logistik kami biasanya membuat kopi atau teh hangat, jika tidak maka cukup dengan menyulut rokok sebatang. Sebagai pengganti kami membeli dua botol minuman softdrink.

Setelah ngobrol ngalur-ngidul akhirnya kami beranjak menuju markas besar di Limau Manis. Mungkin akan lain kisahnya jika kami pergi di hari Minggu, Kamis atau hari lainnya. Tapi ini adalah Padang-Bukittinggi di Hari Sabtu.

9 thoughts on “Padang-Bukittinggi di Hari Sabtu

  1. Mungkin akan lain kisahnya jika kami pergi di hari Minggu, Kamis atau hari lainnya. Tapi ini adalah Padang-Bukittinggi di Hari Sabtu. akan lain ceritnya kalau pergi dengan NR.. mgkn gk pulang2 haaaaa

  2. barusan ane baca beberapa pantai di padang. katanya ada yg masih natural banget, masih jarang trjamah ma tngan manusia. tp ane lupa nama pantai’a apa. hehe:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s