Roma Tersungkur di Olimpico

Foto : facebook.com/officialasroma

Giornata ketiga Liga Italia di Olimpico Stadium mempertemukan tuan rumah AS Roma yang kedatangan Bologna. Tampil impresif di babak pertama dengan dominasi pemain mudanya, Roma justru hars mengakui ketangguhan tamunya lewat skor akhir 2-3 bagi kemenangan Bologna.

Roma sudah unggul satu gol di menit ketujuh lewat tandukan A. Florenzi memanfaatkan rebound tendangan keras sang kapten, Totti, yang sebelumnya membentur mistar gawang. Beberapa menit kemudian Roma menggandakan keunggulan lewat aksi individu Erick Lamela. Tendangan melengkung pemain asal Argentina itu gagal diantisipasi oleh penjaga gawang Bologna. Meski Roma terus mengurung pertahanan Bologna tapi tak ada gol lagi yang tercipta hingga babak pertama usai.

Di babak kedua Roma mengendurkan serangannya sementara Bologna semakin agresif mengejar ketertinggalan mereka. Pada pertengahan babak Zeman menarik dua pilar lini tengahnya, Lamela dan Pjanic, padahal permainan Roma sudah sedang stabil. Tak berapa lama setelah keduanya keluar Bologna lebih leluasa memainkan bola hinga akhirnya mampu mencetak gol di menit ke-72 lewat tandukan Alberti Gilardino. Semenit keemudian Bologna menyamakan skor lewat sepakan kaki kiri kaptennya, Diamanti. Bologna lantas semakin bersemangat untuk meraih kemenangan hingga akhirnya perjuangan keras mereka membuahkan hasil tatkala untuk kedua kalinya Gilardino mampu membobol gawang yang dijaga Stekelenburg. Skor 3-2 tak berubah hingga berakhirnya laga.

Sebenarnya Roma sempat mendominasi permaina di babak pertama, tapi pergantian Lamela dan Pjanic di pertengahan babak kedua mampu dimanfaatkan Bologna untuk menguasai lini tengah dan berbalik menguasai permainan. Kemenangan Bologna atas Roma tak lepas dari penampilan cemerlang penjaga gawang mereka, Agliardi. Di babak kedua tercatat ia dua kali melakukan penyelamatan penting tatkala berhasil menghalau tandukan Totti. Selain itu impresifnya penampilan sang kapten di lini tengah, Diamanti, juga menjadi penentu kemenangan mereka.

Kebobolan tiga gol di kandang sendiri menjadi hal yang sulit dimengerti untuk tim sekelas Roma, apalagi lawannya hanyalah penghuni papan tengah klasemen. Terlebih sebelumnya mereka mampu menggilas tim kuat Inter Milan di Guiseppe Meazza tiga gol tanpa balas. Bahkan komentator pertandingan memberi predikat terrible defence untuk pertahanan Roma di pertandingan tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s