Lembut

Lembut, sehelai angin menyapa ragaku
tak kusibak, kubiarkan ia terjebak hingga relung jiwaku
sesaat damai kurasa, sesaat kumampu melupakanmu tapi tak lama

Saat ini musim hujan, pepohonan, rumput dan setangkai anggrek menggigil resah
tapi aku selalu merasa hangat, malam menyelimutiku dengan keheningannya
sejenak kelembutanmu tergantikan malam ini

Ingin rasanya malam terus menemani sepiku
ingin selalu damai mesti tanpamu,
menapaki kesunyian tanpa ragu

Sekalipun malam harus berganti hari
meski mentari memuntahkan sinarnya kala pagi,
di celah-celah ranting pohon yang merangas sepi
Aku tak peduli, aku tak mau mengerti
Aku hanya ingin sendiri

Perlahan aku mulai kehilangan arah,
mencoba berdiri di atas sayunya langkah
menatap kenangan yang tertutup maya hingga jengah
secarik cerita yang terus terpatri indah…

“Selembut senyummu di pagi hari
selembut lakumu yang meneduhkan hati
selembut genggaman tanganmu saat kita berbagi
Aku rindu kelembutanmu…”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s