Pesan dari Reva

”Aku mau bicara.”

”Ada apa? Sebentar lagi aku pulang, kerinduanmu akan terhapuskan.” Jawabku enteng. Sementara Reva masih diam di seberang sana. Aku tak sabar menanti suara lembutnya.

”Aku rasa kita tak bisa meneruskan hubungan ini.” Senyumku pudar dan suara Reva tak lagi lembut terdengar. Aku menghela nafas panjang, aku berharap Reva sedang mengerjaiku.

“Reva kamu bercanda kan?”

”Aku serius!”

“Kenapa?” Reva tak lantas menjawab. Kudengar nafasnya mulai tak teratur, ia mencoba menghimpun kata. Andai ia tahu aku juga sedang menghimpun kekuatan untuk mendengar kata-kata selanjutnya dari dia.

“Aku gak bisa, aku juga gak tahu mengapa. Tapi aku ngerasa kayaknya kita udah gak cocok.”

“Aku udah coba, tapi tetep gak bisa. Please, ngertiin aku…” Aku terdiam sesaat. Secepat inikah? Padang-Jakarta memang tidak dekat tapi harusnya jarak bukanlah masalah. Atau ada seseorang yang telah mencuri hatinya? Enam bulan berlalu kurasakan cintaku semakin besar kepadanya, berharap enam bulan itu hanyalah sehari. Aku tak ingin berlama-lama di sini, tiap hari aku tak sabar untuk segera pulang. Menemuinya, memeluknya dan memasangkan cincin ini di jemarinya…

***

“Aku gak tahu harus gimana lagi…”

”Kenapa gak kamu coba aja datang ke rumahnya?”

”Aku belum benar-benar siap, aku masih nunggu situasi.” Aku melempar batu kecil ke tengah laut. Semilir angin sore ini sedikit menenangkan jiwaku, di pantai ini dulu aku dan Revalia sering menghabiskan waktu bersama. Ya, aku juga ingat ketika di tempat ini aku menyatakan isi hatiku kepadanya. Di luar dugaan ia langsung menerima cintaku, padahal baru seminggu kami saling mengenal. Aku kenal dia dari teman dekatku, Radit. Kebetulan mereka satu komplek.

”Dit, kalau kamu jadi aku apa yang bakal kamu lakuin dalam situasi ini?” Radit hanya diam, pandangannya lepas memandang Samudra Hindia yang warnanya perlahan kecoklatan karena Matahari mulai tenggelam di ujung sana.

”Aku? Hmm, aku akan lakuin hal yang sama denganmu. Menunggu sampai ketemu momen yang pas buat ketemu.” Jawabnya santai, tenang seperti tak ada masalah. Aku mengenal Radit telah lama, sebenarnya aku meragukan kapasitasnya sebagai tempat bertanya dalam hal ini. Ya, selama yang aku tahu ia memang belum pernah pacaran. Aku tak tahu apa yang membuatnya bisa bertahan, tapi aku juga tahu banyak wanita yang menginginkannya. Pembawaannya yang tenang dan tak banyak bicara menjadi nilai lebih baginya.

”Kamu gak pernah coba untuk menghubunginya?”

”Sudah, bahkan sering. Tapi tak pernah diangkatnya, sms pun tak dibalas. Malam ini sebenarnya aku mengajak untuk bertemu tapi aku tak yakin dia datang.”

”Kurasa ia butuh waktu, mungkin ia belum berani menjelaskannya secara langsung. Aku yakin nanti kalau dia sudah siap dia bakal menemuimu.” Radit coba menenangkanku, ada benarnya juga memang. Sementara langit di ujung sana memulai kemerah-merahan, angin bertiup kencang. Deburan ombak yang menghantam karang memuncratkan air laut yang kadang mengenai kami. Tiba-tiba ponselku berbunyi, aku segera merogoh saku kananku. Sebuah pesan, dari Reva!

”Sorry Izut, malam ini aku gak bisa. Aku udah ada janji sama temen…” Bergegas aku menghubungi nomor Reva. Tapi sayang tak diangkatnya. Telpon kedua ponselnya sudah tidak aktif. Berkali-kali aku mencoba tapi hasilnya nihil. Aku lantas menuju sebuah karang yang tinggi dan coba menghubunginya, tapi tetap tak ada respon. Kekecewaanku semakin bertambah pada Reva. Apa salahku? Selama di Jakarta aku tak pernah sekalipun mengkhianatinya. Angin bertiup semakin kencang, kukenakan jaket yang sedari tadi menempel di pundak. Aku lantas mengajak Radit pulang. Sore semakin gelap.

”Bentar Zut, ada sms.”

”Sayang, ini nomor baru aku. Ntar malam aku tunggu jam 8 di tempat biasa. Jangan telat ya… Revalia.”

4 thoughts on “Pesan dari Reva

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s