Rumahku di Dunia Maya

rantinghijau

Senin sore (28/1/2013) suasana langit tampak meredup setelah seharian memancarkan cahayanya, sepertinya ia mulai kehabisan energi utuk terus berpijar. Beruntung sebentar lagi malam tiba dan menggantikan posisinya. Masih di tempat yang sama, di lantai 2 sebuah rumah berdinding kayu dengan pohon rindang di sekitarnya tempat biasa saya melakukan aktivitas di dunia maya. Ketika membuka ‘rumah’ ketiga dalam hidup saya menjumpai angka 10.000 di beranda. Jika dirupiahkan hanya cukup untuk membeli sebungkus nasi, atau istilah lainnya ‘uang segitu dapat apa sih?’. Bisa jadi jumlah tersebut sangat besar bagi saudara kita yang kurang beruntung. Tapi apapun itu angka tersebut sangat berarti bagi saya, setidaknya dalam menemani perjalanan ‘karir’ saya di dunia maya. Bukan bermaksud apa-apa, saya menampilkan blog stats hanya sebagai pelengkap widget saja.

Tak terasa sudah setahun lebih saya bergabung dengan keluarga besar wordpress.com, berbagi cerita atau sekedar berkunjung ke rumah blogger lainnya. Sebuah aktivitas yang tampak menyenangkan akhir-akhir ini. Dalam perjalanannya blog ini sempat mengalami pasang-surut cerita, bahkan di awal pembuatannya saya sempat vakum lama hingga baru pada 2012 silam saya mulai rajin menuliskan apa yang ada di kepala saya.

Awalnya rumah ini saya buat untuk mendokumentasikan setiap kegiatan lapangan (baca: petualangan) saya. Sayang kan kalau sehabis ke rimba atau mendaki gunung misalnya, cerita habis sampai di situ saja. Memang ada cerita lisan yang terpaparkan tapi sampai kapan kita bisa mengingatnya. Atau dokumentasi berupa foto, sayang tak semua foto bisa bercerita. Dalam perjalanannya rumah ini mulai saya tambah beberapa perabot agar interiornya semakin menarik. Mulai dari sepakbola, musik hingga yang hanya sekedar jalan-jalan santai. Tak lupa saya tambahkan beberapa fiksi yang memang sudah saya sukai sejak lama. Nah kesemuanaya itu saya bingkai rapi dan saya gantung di rumah ini, rantinghijau.

Terima kasih untuk yang sudah berkunjung ke rumah ini, baik tamu yang sengaja datang maupun yang tersesat dan tak tahu arah jalan pulang. Jika ada yang bermanfaat silahkan ambil sebagai buah tangan, jika tidak ada silahkan berpamitan dan jangan lupa cium tangan saya.πŸ˜€
Salam Blogger!

12 thoughts on “Rumahku di Dunia Maya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s