Mission (is not) Impossible

Gambar: affsuzukicup.com

We proud of you! (Gambar: affsuzukicup.com)

“I will always support our national team. Always will…”
-Desy Christina-

Timnas Indonesia baru saja menelan kekalahan dalam laga perdananya di Prakualifikasi Piala Asia 2015. Bertandang ke Irak, Wahyu Wijiastanto cs harus mengakui keunggulan tim tuan rumah dengan skor akhir 1-0. Kekalahan Indonesia seperti sudah ‘diprediksi’ banyak pihak. Betapa tidak, di laga uji coba melawan Yordania–yang notabene peringkatnya di bawah Irak–Indonesia bahkan harus takluk 5-0. Terlebih para pemain yang turun bukan tim terbaik akibat kisruh di dalam tubuh persepakbolaan Indonesia. Di tambah beberapa persoalan yang mengganggu tim jelang pertandingan yaitu absennya Raphael Maitimo karena masalah administrasi dan Stevie Bonsapia yang harus rela didepak dari Persipura Jayapura akbibat tetap keukeh membela timnas.

Namun terlepas dari hasil tersebut kita patut berbangga kepada para pemain Timnas Indonesia yang bermain pantang menyerah. Meski ditekan terus-menerus oleh Irak sejak awal pertandingan tapi mereka tetap mampu mengimbangi permainan dan membuat frustasi para pemain lawan. Hasilnya babak pertama berkesudahan tanpa gol. Namun Indonesia gagal menahan gempuran Irak dan kebobolanan di babak kedua akibat blunder yang dilakukan oleh Handi Ramdhan. Hanya itu–blunder Hamdi Ramdhan–selebihnya permainan Indonesia bisa dibilang bagus.

Indonesia tergabung dalam grup C Prakualifikasi Piala Asia 2015 bersama tiga tim kuat lainnya yaitu, Arab Saudi, China dan Irak. Di atas kertas peluang Indonesia untuk bisa lolos ke babak selanjutnya memang cukup sulit. Ketiga tim di grup tersebut peringkatnya jauh di atas Indonesia dan mereka sudah cukup punya ‘nama’ di pentas sepakbola Asia. Di pentas Piala Asia China memang belum pernah merengkuh gelar juara, tapi mereka sudah dua kali merengkuh posisi runner-up pada tahun 1984 dan 2004. Sedangkan Irak pernah merasakan gelar juara satu kali pada tahun 2007. Dan terakhir Arab Saudi menjadi klub tersubur meraih juara di grup ini dengan tiga kali mengangkat trofi pada tahun 1984, 1988 dan 1996. Indonesia? Kita belum pernah sekalipun lolos dari babak klualifikasi grup meski pernah menjadi tuan ruah pada tahun 2007 bersama Malaysia, Thailand dan Vietnam.

Dengan prestasi para pesaingnya di grup maut tersebut Indonesia kurang diunggulkan untuk lolos. Tapi setidaknya dukungan terus kita berikan bukan? Tentu kita sangat akrab dengan kalimat “bola itu bundar”, apapun bisa terjadi lapangan. Bisa juga berarti Indonesia yang lolos menyingkirkan pesaing-pesaingnya dan keluar sebagai juara. Setidaknya asa itu tetap ada melihat bagaimana permainan timnas yang sudah mulai membaik di laga sebenarnya dengan hanya kebobolan satu gol di kandang Irak. Permainan Indonesia impresif dan tak kenal menyerah. Hanya kesalahan kecil saja yang membuat kita tidak bisa mencuri poin atas Irak. Tim mana yang tidak akan membuat kesalahan karena terus-menerus ditekan selama hampir 90 menit pertandingan. Hasil tersebut sudah cukup baik dibandingkan hasil yang diraih tetangga kita di Asia Tenggara. Malaysia kebobolan dua gol tanpa balas di kandang Qatar, Thailand menyerah di tangan Kuwait 3-1 dan Singapura yang yang paling telak, dibantai Yordania 4-0. Jadi, harapan masih ada kan? Kita masih punya laga kandag dan laga tandang kita lumayan meyakinkan. Masih pesimis?

Nah, sekarang yang kita lakukan hanya mendukung habis-habisan timnas kita dan memang itu yang mereka butuhkan. Bukannya menghujat atau malah tidak mengakui timnas kita sendiri. Meski federasi sepakbola kita sedang kacau, manajemen di tubuh PSSI yang amburadul dan seabrek masalah lain yang tak kunjug padam kita harus tunjukkan kepedulian kita dan percaya bahwa Timnas Indonesia akan segera bangkit. Biarlah PSSI dan KPSI sok-sok adu argumen tentang kebenaran masing-masing. Yang kita tahu timnas selalu di dada kita dan yakin suatu saat nanti akan terbang tinggi dengan dukungan penuh dari kita masyarakat Indonesia. Seperti kata Desy Christina, “I will always support our national team. Always will…”

2 thoughts on “Mission (is not) Impossible

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s