Jelajah Rimba Bukit Barisan Solok-Padang (day 2)

Catatan sebelumnya, Jelajah Rimba Bukit Barisan Solok-Padang (Day 1)

Minggu/17-02-2013,

“Mas, bangun mas. Siap-siap buat berangkat.” Saya terbangun sembari menguap ketika salah seorang rekan menepuk pundak saya. Masih setengah sadar saya membangunkan rekan lain di sebelah lalu bergegas keluar tenda. Hujan yang sempat mengguyur tadi malam membuat suasana pagi sangat dingin di camp I ini. Saya lantas menuju sumber air untuk cuci muka bersama anggota tim leader yang lain. Hari ini yang menjadi leader yaitu Fadli, Rush, Syahrul, Romi dan saya sendiri. Begitu kembali ke tenda sarapan telah tersedia, kami lantas menyantapnya dan setelah itu packing.

DSC01039

Pelepasan Leader hari ke-2

DSC01041

Para siswa melakukan peregangan sebelum melanjutkan perjalanan

“Salam Lestari!!!” Kompak kami mengucap salam begitu melewati tempat camp siswa yang sedang melakukan stretching. Seperti biasa tim leader berangkat terlebih dahulu untuk memastikan kondisi jalur aman. Saya menengadahkan wajah ke atas, langit masih belum menampakkan birunya karena tertutup awan gelap. Di awal perjalanan ini suhu tubuh masih dingin meski kami sempat menangkap radiasi unggun sebelum berangkat, namun tak berapa lama keringat mulai keluar dari pori-pori kulit. Kami masih menyisir bukit seperti hari pertama dengan jalan setapak yang cukup jelas. Sesekali saya menyibak alang-alang yang tumbuh sampai setinggi badan. Fadli tak henti-hentinya mengayunkan Tramontina di tangan kanannya, menebas semak yang menghalangi jalan kami. Sesekali Syahrul memasang tanda pada setiap jalan bercabang dengan tali rafia berwarna merah.

Tak berapa lama kemudian kami tiba di sebuah ladang penduduk dengan sebuah pondok yang tidak lagi berpenghuni. Jalan yang kami lintasi acapkali dialiri air yang berasal dari aliran-aliran kecil mata air. Tak berapa lama trek menurun dan mentok pada sebuah sungai. Hujan yang sempat turun dalam beberapa hari terakhir membuat air di sungai tersebut meluap dan arusnya bertambah deras. Tampak di seberang sungai sebuah tanda jalan yang harus kami ikuti, sehingga kami harus menyebrangi sungai untuk melanjutkan perjalanan karena tak ada jalan lain. Dengan lebar sekitar 10 meter kami harus berhati-hati menyeberanginya karena kedalaman sungai mencapai dada, beruntung terdapat bebatuan besar sebagai pegangan. Sekitar puluhan meter ke hulu dari titik penyebrangan terdapat sebuah air terjun. Airnya yang jernih melewati dinding batuan yang ditumbuhi lumut dengan tinggi sekitar 20 meter sebelum akhirnya menghujam sungai. Saat kemarau debit air terjun tersebut sangat kecil berupa tetesan saja.

DSC01045

Tim sweeper menyebrangi sungai

Setelahnya kami menyisir jalan di sepanjang tepian sungai selama sekitar 20 menit sebelum akhirnya harus mendaki. Tepat di hadapan kami berdiri sebuah bukit dengan treknya yang berupa pendakian curam. Syahrul lantas memasang sebuah webbing sebagai pegangan untuk melakukan pendakian di awal trek bagi siswa nantinya. Sepanjang pendakian banyak dijumpai pepohonan berukuran besar yang menyuplai kebutuhan oksigen kami. Hawa sejuk seketika memenuhi paru-paru kami, menghilangkan letih yang sempat bergayut selama pendakian. Trek yang kami lalui mirip sebuah trek pendakian gunung dengan kemiringannya yang mencapai 60 derajat, yang membuat kami harus sering beristirahat. Kami menamai jalur pendakian tersebut dengan nama “Pendakian Ahda” yang diambil dari salah satu nama Anggota Luar Biasa Paitua-MTU yang dulu juga pernah mendaki jalur ini. Sebelum mencapai puncak kami disughi pemandangan hijau perbukitan di sisi lainnya, saya lantas menghela nafas panjang mencoba menentramkan suasana hati dan menikmati perjalanan ini. Satu jam kemudian akhirnya kami tiba di puncak dengan nafas yang masih belum teratur. Di tepi jalan tampak sebuah pohon besar yang roboh, kami istirahat di sana sambil mengganti energi yang hilang dengan makanan ringan dan minuman yang manis. Waktu menunjukkan pukul 10.00 WIB dan langit masih memayungi kami dengan hamparan awannya yang sedang mendung.

Setelah cukup melepas lelah, kami melanjutkan perjalanan kembali. Jalan dengan lebar sekitar 1 meter yang kami lalui tampak jelas karena memang jalan tersebut sering dilalui warga setempat yang pergi berladang. Di sebelah kiri kami, agak mendaki sedikit terhampar ladang penduduk dengan berbagai jenis tanaman sementara di sebelah kanan tampak jurang yang menganga. Sepanjang perjalanan banyak kami temui titik longsor akibat curah hujan yang tinggi dan juga penebangan pohon di sekitar area jalan. Dari puncak Pendakian Ahda hingga setengah perjalanan menuju camp II, banyak kami jumpai kawasan hutan yang telah berubah menjadi ladang penduduk. Tak jarang kami jumpai gelondongan balok bekas penebangan liar. Sementara separuh jalan tersisa kami sudah tak menjumpai lahan penduduk dan masuk ke dalam asrimya rimba yang masih perawan. Di kawasan ini pepohonan tumbuh dengan rapatnya dengan ukuran dari yang kecil sampai ukuran super besar. Batangnya tinggi menjulang seolah berlomba untuk mencapai langit dan dahannya yang rimbun tiada henti melepaskan oksigen di siang hari ini. Perjalanan terasa menyenangkan karena kesejukan yang diberikan Rimba Bukit Barisan, membuat kami menikmati perjalanan di setiap langkahnya. Hingga tak terasa akhirnya tiba juga di camp II.

Saya lantas mengambil botol air minum dari kantong daypack dan segera meneguknya. Sontak kesejukan mengalir di tenggorokan dan mengalirkan energi ke seluruh tubuh yang sedikit lelah.

“Mas, bagi dikit dong airnya,” Romi mengulurkan tangannya ke arah saya. Sementara minuman Syahrul tampak berwarna, ia mencampur airnya dengan Nutrisari rasa Jeruk. Fadli sibuk dengan Pacat di kakinya, begitu juga halnya dengan Rush. Selama perjalanan menuju camp II sudah banyak Pacat yang berkeliaran di sepanjang jalan.

Tempat camp sudah tampak semak dengan rerumputan yang tumbuh subur, ditambah cabang dan ranting pohon kering yang jatuh di atasnya membuat kami harus bekerja ekstra untuk membersihkannya. Hanya beberapa langkah dari tempat camp berdiri sebuah pohon yang sudah mati dengan puncak yang lapuk. Tanpa pikir panjang secara bergantian kami mulai mengayunkan Tramontina menebang pohon tersebut, daripada terjadi hal yang tidak diinginkan nantinya. Apalagi saat malam hembusan angin di tempat ini cukup kencang. Meski lapuk di puncaknya dan kelihatan rapuh tapi sebenarnya bagian dalam pohon tersebut masih keras apalagi kondisinya kering. Jadilah meski tim leader telah ‘menguras keringat’ tetap saja phon tersebut belum berhasil ditaklukkan. Beruntung bala bantuan tiba, pembina yang mendampingi siswa datang lebih cepat dan membantu kami. Tak lama berselang pohon pun tumbang dan kegiatan membersihkan camp telah rampung pula. Sehingga ketika tim sweeper tiba tinggal memasang tenda saja.

DSC01050

Materi ponco solo

Aulia Pratama selaku korlap mengumpulkan anggota yang bertugas sebagai instruktur hari ini. Ada beberapa materi yang akan disampaikan hari ini kepada para siswa yaitu materi ponco solo, trap dan membuat api dari kayu basah. Agenda selanjutnya mencari persediaan kayu bakar untuk nanti malam, sepertinya cuaca nanti malam tidak akan cerah karena badai sudah mulai mengibarkan bendera perangnya di camp II ini. Jadi bisa dipastikan nanti malam akan sangat dingin sehingga kami perlu membuat unggun untuk menghangatkan suhu tubuh.

DSC01049

Manikmati sore yang redup di camp II

Sementara hembusan badai semakin kencang menerpa kami yang sedang santai menikmati sore yang teduh, menatap langit yang tertutup hijaunya rindang pepohonan. Mencerna kembali setiap jejak langkah yang kami tinggalkan, menatap jalan terbentang di depan akankah semulus kemarin atau penuh tikungan dan terjal…

Bersambung ke Jelajah Rimba Bukit Barisan Solok-Padang (Day 3)

6 thoughts on “Jelajah Rimba Bukit Barisan Solok-Padang (day 2)

  1. Pingback: Jelajah Rimba Bukit Barisan Solok-Padang | rantinghijau│

  2. Pingback: Jelajah Rimba Bukit Barisan Solok-Padang (day 3) | rantinghijau│

  3. Pingback: Jelajah Rimba Bukit Barisan Solok-Padang (Day 3) | langiteduh |

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s