Jelajah Rimba Bukit Barisan Solok-Padang (day 3)

Catatan sebelumnya, Jelajah Rimba Bukit Barisan Solok-Padang (Day 2)

Senin/18-02-2013,

Hawa dingin pagi ini terasa begitu menusuk kulit, maklum semalam hujan sempat mengguyur tempat ini. Saya bergegas keluar tenda mendekati kumpulan bara api sisa unggun semalam. Tampak Tari dan Veni sedang memasak menu sarapan.

“Pagi Tari, Veni…”

“Pagi mas,” jawab mereka kompak. Saya lantas menuju sumber air untuk mengambil air sekaligus cuci muka. Sumber air tersebut berupa sebuah aliran sungai kecil dengan bebatuannya yang berlumut di bagian tepi. Airnya sangat jernih dan terasa menyegarkan bila diminum langsung.

Di hari ketiga ini saya masih setia menjadi leader bersama Rush dan Syahrul ditambah Ari SM dan Fadly. Begitu selesai packing kami tim leader segera meninggalkan tenda sementara anggota lain dan para siswa sedang berkemas. Baru beberapa langkah kami bergerak tampak beberapa pacat sudah naik ke sepatu hingga masuk ke dalam. Di kawasan ini memang banyak terdapat pacat, bukan hanya pacat tanah tapi juga pacat daun. Yang membedakan keduanya adalah jika pacat tanah beroperasi di tanah maka pacat daun lebih sering dijumpai di pepohonan dan jika ada pergerakan di bawah maka mereka akan menjatuhkan diri dan mulai menggigit.

Langit masih tampak mendung, sulit bagi mentari untuk menembusnya. Suasana yang dingin lekas berganti hangat ketika kami sudah jauh melangkah dan mulai mengeluarkan keringat. Sepanjang jalur yang kami lalui hutannya masih perawan dan terjaga, mungkin karena letaknya yang jauh ke dalam. Satu jam kemudian tepatnya pukul 09.10 WIB kami tiba di sebuah sungai dan beristirahat sambil membersihkan pacat yang sudah berkerumun di kaki kami. Seperti kebanyakan sungai di Sumatera Barat, di sungai tersebut banyak terdapat bebatuan dengan ukuran beragam. Alirannya jernih dan gemericiknya membuat suasana terasa damai, sejenak kami bisa melupakan rutinitas kampus dan santai untuk sesaat. Saya melihat ke atas, awan sudah tampak biru tapi kami tetap merasa adem karena rindangnya pepohonan yang mengayomi tempat isirahat kami.

Perjalanan dilanjutkan kembali, menyisir anak sungai yang bermuara ke sungai tempat kami istirahat tadi. Setengah jam lamanya hingga kami harus melewati jalur berbeda. Jalan yang kami lalui sebelumnya masih bersambung ke depan tapi kami harus belok kiri dan menuruni sebuah bukit yang sangat curam. Kami menyebutnya “longsoran” karena di tempat ini memang sering longsor akibat curah hujan yang tinggi. Tingkat kesulitan jalurnya lebih tinggi dibanding sebelumnya karena jalannya curam dan licin, beruntung banyak pepohonan maupun akar yang bisa dijadikan pegangan. Sepanjang jalur ini jugalah banyak terdapat persimpangan dan juga jalan yang tidak jelas yang membuat kami harus lebih seksama memilih jalan agar tidak tersesat. Akhirnya pukul 10.30 WIB kami tiba di camp 3. Lelah.

Camp 3

Camp 3

Di tempat ini kami akan menginap semalam sebelum akhirnya esok melanjutkan perjalanan kembali. Masih cukup pagi memang tapi akan ada banyak materi yang akan disampaikan di sini kepada para siswa salah satunya yaitu Botani dan Zoologi. Setelah cukup beristirahat kami akhirnya membersihkan tempat camp yang masih sangat semak. Berbeda dengan tempat camp sebelumnya ini merupakan pertama kali kami menggunakan tempat ini.

Hanya beberapa langkah dari lokasi camp terdapat sebuah sungai kecil dengan alirannya yang jernih. Selalu begitu, selalu ada sungai di dekat setiap camp yang kami singgahi. Karena petimbangan yang paling penting dalam memilih tempat camp yaitu ketersediaan sumber air. Tiba-tiba hujan turun yang membuat kami bergegas mendirikan tenda, melindungi perlengkapan dari hujan sekaligus berteduh. Beruntung Ari Rush sudah memasak air dan menyajikan kopi hangat yang sedikit mengurangi dingin yang kami rasakan. Setelah hujan reda kami melanjutkan pekerjaan kembali, banyaknya bebatuan di tempat ini menyulitkan kami untuk membersihkannya. Beruntung para pembina siswa datang sehingga pekerjaan terbantu ditambah bantuan dari tim sweeper beberapa jam kemudian, hingga akhirnya menjelang sore pekrjaan benar-benar selesai dan kami bisa bersantai. Sementara itu para siswa sedang sibuk dengan materi lapangan yang diberikan oleh instruktur di sisi lain.

Malam akhirnya tiba dan kami bersiap untuk makan malam. Makan besar! Berhubung kondisi camp yang becek akibat hujan maka ‘meja makan’ kami pindahkan ke dalam tenda. Meski berdesakan tapi itu tak mengurangi kekhidmatan acara makan malam. Usai makan kami melakukan evaluasi dan briefing kegiatan kemudian dilanjutkan dengan menikmati malam bersama di luar tenda. Sayang langit sedang mendung sehingga menutupi bintang-bintang yang ingin menyapa kami, bercengkrama dengan kami. Hujan rintik yang berkepanjangan membuat api unggun sulit untuk hidup, beruntung tak lama hingga akhirnya hujan benar-benar reda dan api unggun mulai menyala. Kami mengelilingi api unggun dengan tawa dan keceriaan seolah tak menampakkan lelah.

Menjelang tengah malam hujan deras datang mengguyur, menghabisi api unggun yang menyala, menghabisi keceriaan kami. Akhirnya kami masuk ke dalam tenda untuk beristirahat, mengumpulkan lagi energi yang sempat hilang karena besok perjalanan akan berat menuju camp 4.

Bersambung ke Jelajah Rimba Bukit Barisan Solok-Padang (Day 4)

6 thoughts on “Jelajah Rimba Bukit Barisan Solok-Padang (day 3)

  1. Pingback: Jelajah Rimba Bukit Barisan Solok-Padang (day 4) | rantinghijau│

  2. Pingback: Jelajah Rimba Bukit Barisan Solok-Padang (day 2) | rantinghijau│

  3. Pingback: Jelajah Rimba Bukit Barisan Solok-Padang (day 4) | rantinghijau│

  4. Pingback: Jelajah Rimba Bukit Barisan Solok-Padang (Day 4) | langiteduh |

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s