Jelajah Rimba Bukit Barisan Solok-Padang (last day)

Catatan sebelumnya, Jelajah Rimba Bukit Barisan Solok-Padang (Day 4)

Rabu/20-02-2013,

Pagi yang cerah, udara pagi ini begitu segar terasa saya rasakan bersamaan dengan sinar mentari yang meraba kulit, mencoba mengusir dingin yang bergelayut di sekitar camp kami. Satu-persatu anggota keluar dari tenda dan melakukan hal yang sama, menikmati pagi. Kesibukan mulai tercipta di camp 4 ini, para ‘Ibu’ sibuk dengan pekerjaannya di ‘dapur’ sementara yang lain bergantian menuju sumber air. Sementara saya masih tak bergeming dari depan tenda, meyapa pagi yang semakin hangat. Sebelum akhirnya sebuah tepukan di pundak mengakhiri kemesraan saya dengan pagi.

“Ngopi dulu mas,” Saya menoleh dan mendapati Ricky datang dengan segelas kopi hangat di tangannya. Saya lantas mengenalkan pagi kepadanya hingga akhirnya kami larut dalam obrolan kecil penuh keakraban. Tak berapa lama terdengar suara Tari dengan setengah berteriak,

“Sarapan sudah siap, saatnya makan. Tim leader duluan ya…” Saya dan beberapa anggota yang menjadi leader segera mengambil jatah sarapan pagi ini. Setelahnya kami berkemas dan bersiap melajutkan perjalanan. Sementara tim sweeper dan para siswa melakukannya setelah kami.

Trek awal kami masih melalui jalan Data Batuang yang nyaris tanpa pendakian. Beberapa jam kemudian kami menuruni sebuah bukit cukup lama hingga akhirnya vegetasi hutan yang kami lalui berubah. Semakin dekat ke Patamuan kami lebih sering menjumpai ladang-ladang penduduk di sepanjang jalan, di mana jarak antara satu ladang dengan yang lainnya berjauhan dibatasi oleh hutan. Menjelang Patamuan banyak percabangan jalan yang membingungkan, saya sempat tersesat sebelum akhirnya kembali ke trek yang benar.

Setelah melewati beberapa anak sungai yang bermuara ke Sungai Padang Janiah akhirnya kami tiba juga di Patamuan. Gemericik Sungai Padang Janiah dengan alirannya yang deras seolah menyambut kedatangan kami. Dari kejauhan tampak beberapa anggota sudah bersiap menyambut. Cuaca sangat cerah hari ini, saya bisa merasakan sinar matahari yang tanpa tedeng aling-aling menyengat kulit. Saya segera membuka baju dan terjun ke sungai. Ah, segarnya.

View Kota Padang dari sebuah bukit sebelum Patamuan

View Kota Padang dari sebuah bukit sebelum Patamuan

Sembari menunggu kedatangan para siswa dan anggota yang lain kami membersihkan perlengkapan lapangan. Tanpa komando Syahrul menyalakan Trangia dan membuat teh hangat. Di Patamuan inilah nantiya akan diadakan upacara penyambutan bagi para siswa setelah 5 hari mereka melakukan kegiatan lapangan besar. Patamuan yang dalam bahasa Indonesianya adalah “pertemuan” merupakan sebuah tempat bertemunya dua sungai yaitu Sungai Padang Janiah dan Sungai Padang Karuah yang kemudian menyatu menjadi Sungai Batang Kuranji, sesuai namanya Sungai Padang Janiah aliran sungainya memang jernih dan begitu sebaliknya. Tempat ini sekaligus dijadikan sebagai bendungan untuk pembangkit listrik (PLTA) yang dialirkan ke PT. Semen Padang.

Sekitar pukul 15.00 WIB akhirnya siswa tiba diikuti tim sweeper, sebelum upacara dimulai terlebih dahulu anggota membagikan makanan ‘pembuka’ kepada para siswa. Di tepi sungai Padang Janiah upacara penyambutan dilakukan dengan khidmat. Usai upacara kami melanjutkan perjalanan ke sekretariat tercinta secara long march, menyusuri headrace (saluran pembawa air PLTA) kemudian berjalan menurun dengan sebelah kiri berbatasan dengan jurang dan sampai di pemukiman penduduk, tepatnya di Batu Busuak, Nagari Lambung Bukik. Kami lalu menyebrangi Sungai Batang Kuranji kemudian mendaki sekitar 10 menit dan sampailah kami di Kampus Unand tepatnya di Gedung Futsal Unand. Dari sini hanya butuh 10 menit perjalanan untuk menuju sekretariat. Sebelum Maghrib kami semua telah tiba di sekretariat Paitua-MTU dengan sambutan yang hangat dari anggota lain yang telah menunggu.

Pembagian makanan 'pembuka' di Patamuan

Pembagian makanan ‘pembuka’ di Patamuan

Salah satu anggota memberikan arahan kepada para siswa

Salah satu anggota memberikan arahan kepada para siswa

Para anggota berfoto di depan Gedung Futsal Unand

Para anggota berfoto di depan Gedung Futsal Unand

Usai Sholat Maghrib dilakukan upacara penutupan secara resmi yang dilanjutkan dengan acara keakraban. Sementara para anggota putri memasak sisa perbekalan, para anggota putra lebih memilih mengelilingi api unggun dan memainkan gitar sembari bercengkrama. Hingga pelataran sekretariat pun penuh dengan anggota dengan keceriaannya. Akhirnya makan malam pun tersaji, acara makan bajamba pun segera dilaksanakan setelah seluruh anggota berkumpul. Pesta belum usai, setelah makan malam saatnya acara keakraban dan sharing. Malam semakin larut tapi kami masih menikmati kebersamaan di bawah langit Limau Manis malam ini. Dinginnya malam terganti dengan keakraban yang tercipta di antara kami, menghangatkan malam yang sedikit mendung saat ini. Tampak percikan bara unggun melayang ke udara seiring malam yang mendekati fajar.

Suasana penutupan di depan sekretariat Paitua-MTU

Suasana penutupan di depan sekretariat Paitua-MTU

Akhirnya rangkaian kegiatan Diklatsar XXII Paitua-MTU berakhir, dimulai dari materi ruangan yang berlanjut ke materi lapangan kecil hingga lapangan besar. Semoga para anggota yang terlibat di dalamnya dapat mengambil hal-hal positif dari kegiatan ini dan Paitua-MTU akan lebih baik lagi ke depannya.
Salam Lestari!!!

–The End–

Catatan :
Dengan tambahan fiksi tanpa mengurangi inti cerita.

2 thoughts on “Jelajah Rimba Bukit Barisan Solok-Padang (last day)

  1. Pingback: Jelajah Rimba Bukit Barisan Solok-Padang (day 4) | rantinghijau│

  2. Pingback: Jelajah Rimba Bukit Barisan Solok-Padang (Day 4) | langiteduh |

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s