Aku Pagi Ini

“Pagi dingin ‘gak ada sinar mentari
Dan langit pun terlihat gelap, mendung datang lagi
Dan aku berdiri diatas gedung yang tinggi
Memangdang ramainya Jakarta menyambut pagi ini…”

Suara Kaka terdengar mengalun pagi ini, seolah ia tahu keadaan di sini tak jauh berbeda dengan Jakarta miliknya saat ia menyanyikan lagu “Jakarta Pagi Ini”. Yah, Padang pagi ini memang suram. Awan gelap masih menyelimuti sebagian penduduknya yang masih tertidur usai sahur pagi ini. Tak ada tanda-tanda cuaca akan cerah, sang mentari seolah putus asa menembus tebalnya awan hitam hingga dingin masih terasa menusuk. Tak ada secangkir kopi atau sebatang rokok yang menemaniku bercengkrama dengan pagi kali ini, aku lantas meraih jaket di sebelahku.

Suasana di dalam pikiranku tak kalah suram, tak jauh berbeda dengan Padang pagi ini. Sayangnya aku hanya ingin mendengarkan Slank pagi ini sehingga tak ada lagu “Hidup adalah Perjuangan” dan “Pupus”. Semoga matahari lekas tiba dan mengakhiri kegelapan ini, jika tidak hari ini aku akan menunggu hingga esok tiba dan mendapati pagiku yang cerah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s