Petualangan Berkesan di Pulau Siberut – Kep. Mentawai

Kamis, 19-09-2013.
Setelah sekian lama dan sempat tertunda akhirnya kesempatan itu datang juga. Ya, hari ini saya berkesempatan mengunjungi Mentawai bersama dua rekan seperjuangan saya, Syahrul dan Ari Rush. Bukan untuk surfing atau berjemur di tepi pantai, tapi ada misi khusus yang kami bawa. Tujuan kami ke sana adalah untuk memberikan materi konservasi dan ilmu kepecintaalaman kepada siswa SMAN 1 Siberut Utara atas permintaan dari pengelola Taman Nasional Siberut (TNS). Selain kami dari Paitua-MTU ada Ibu Nunung dari Fakultas Kehutanan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) yang juga akan berbagi ilmu kepada para guru di sana.

Kabupaten Kepulauan Mentawai adalah salah satu kabupaten yang terletak di provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini terdiri dari 4 kelompok pulau utama yang berpenghuni yaitu Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara dan Pulau Pagai Selatan yang dihuni oleh mayoritas masyarakat suku Mentawai. Kabupaten Kepulauan Mentawai merupakan kabupaten kepulauan yang terletak memanjang di bagian paling barat pulau Sumatera dan dikelilingi oleh Samudera Hindia. Kepulauan Mentawai merupakan bagian dari serangkaian pulau non-vulkanik dan gugus kepulauan itu merupakan puncak-puncak dari suatu punggung pegunungan bawah laut.

Ada beberapa armada yang bisa digunakan untuk ke Mentawai diantaranya KM. Sumber Rezeki Baru (kapal kayu), KM. Gambolo dan KMP. Ambu-ambu. Pada kesempatan ini kami menggunakan armada terakhir. Usai pelepasan di sekretariat kami segera menuju pelabuhan dan di sana Bang Ridho dari TNS telah menunggu kami bersama rekan-rekannya. Kami lantas bergegas menuju kapal setelah sebelumnya membeli tiket.

Pelepasan di depan Sekretariat Paitua-MTU

Pelepasan di depan Sekretariat Paitua-MTU

Sempat terlihat purnama sebelum sang dewi malam bersembunyi di balik awan hitam. Suasana di dalam kapal sangat hiruk. Seluruh penumpang tumpah-ruah dengan kesibukannya masing-masing. Lantai satu adalah tempat barang-barang, naik ke lantai dua jejeran bangku tampak belum terisi semua, sebagian orang masih lalu-lalang mengamankan barang mereka. Sementara lantai tiga merupakan “Muster Station” dan kamar VIP. Tampak para bule sedang bertelanjang dada dan asyik dengan obrolan mereka. Sayup-sayup terdengar pemberitahuan dari speaker bahwa kapal akan segera berangkat.

Sekitar pukul 19.45 WIB jangkar dilepas dan kapal lantas memutar haluan 180 derajat. Perlahan kapal mulai bergerak meninggalkan Pelabuhan Bungus, semakin menjauhi daratan kecepatan kapal semakin meninggi hingga akhirnya konstan. Deretan bangunan di sepanjang tepi pelabuhan tampak semakin mengecil seiring laju kapal mengarungi Selat Mentawai.

Menjelang tengah malam para penumpamg KMP. Ambu-ambu sebagian sudah terlelap, hanya sebagian kecil kami yang masih terjaga. Sepertinya kami sudah benar-benar di tengah lautan sekarang. Jauh di sebelah kanan kapal tampak “Bagan” (seperangkat alat untuk menangkap ikan), bersamaan dengan itu pula Pelabuhan Bungus sirna dari pandangan mata hingga hanya kerlipan kecil lampu dari Bukit Lampu yang masih menyisakan pijar cahaya. Semakin ke tengah goyangan pada kapal semakin kencang saja. Deru mesin kapal dan ombak seolah membuat alaunan musik malam ini, di bawah langit berbintang dan purnama yang cerah.

***

Jum’at, 20-09-2013.
Shubuh pukul 05.00 WIB. Kapal merapat di Pelabuhan Muara Siberut. Tampak kesibukan di dermaga, para penumpang berhamburan dari kapal begitu pintu terbuka. Para sanak-famili mereka menunggu di pelabuhan dengan senyum terhangat. Mobil pick-up tampak berjejer rapi di sepanjang dermaga, menunggu antrian untuk mengangkut barang dari kapal. Sementara deretan mangrove yang tumbuh di sepanjang garis pantai mulai membuka stomata untuk memberikan oksigen bagi seluruh makhluk hidup, warnanya yang hijau terkadang kekuningan disapu cahaya mentari pagi ini.

Pelabuhan Muara Siberut di pagi hari

Pelabuhan Muara Siberut di pagi hari

Di pelabuhan Muara Siberut ini kapal berhenti agak lama dari biasanya karena muatan yang cukup banyak. Setelah semua barang diturunkan kapal melanjutkan pelayaran kembali pukul 10.00 WIB. Cuaca sangat cerah hari ini, menampakkan putihnya awan yang lalu-lalang dengan latar awan biru seperti permukaan laut. Jumlah penumpang di kapal tak sebanyak tadi malam karena mayoritas penumpangnya turun di Pelabuhan Muara Siberut, terutama para turis yang ingin berselancar.

Lima jam dari Pelabuhan Muara Siberut akhirnya kami tiba juga di Pelabuhan Pokai, Siberut Utara. Perjalanan dilanjutkan naik ojek menuju kantor TNS di Muara Sikabaluan. Huft, akhirnya kami bisa bersantai setelah menempuh perjalanan berjam-jam di laut. Di komplek perkantoran TNS ini terdapat 3 rumah yang kesemuanya bergaya rumah panggung, sama seperti kebanyakan rumah warga di sini. Selain untuk menghindari air yang terkadang pasang juga karena kondisi tanah yang merupakan daerah rawa. Untuk aliran listrik sendiri hanya hidup di malam hari saja.

***

Sabtu, 21-09-2013.
Pagi yang cerah di Muara Sikabaluan. Agenda hari ini yaitu ke SMAN 1 Siberut Utara untuk memberikan materi kepecintaalaman kepada siswa yang tergabung dalam Sispala Karonan di sekolah tersebut. Total ada 32 siswa yang mengikuti kegiatan ini yang dibagi ke dalam 2 kelompok, kuning dan merah. Dari pagi hingga siang berupa materi ruangan kemudian dilanjutkan materi lapangan sekaligus aplikasianya. Untuk materi lapangan berlokasi di pantai yang terletak di belakang sekolah di bawah rindangnya pohon cemara. Di luar dugaan, para siswa mengikuti pelatihan dengan sangat semangat dan antusias. Suasana bertambah meriah ketika kami selipkan materi ice breaking, tawa dan kebersamaan mereka jelas kami rasakan.

Pantai di Muara Sikabaluan ini masih bersih dan juga indah, berbeda dengan kondisi pantai di Padang. Langit yang cerah dan putihnya awan di atas laut seolah membuat lukisan alam yang menakjubkan. Hanya saja yang menjadi keprihatinan yaitu semakin berkurangnya pohon cemara yang tumbuh di sepanjang pantai karena sering ditebang oleh warga sekitar. Tak terasa kegiatan yang asyik ini harus diakhiri karena sore telah datang seiring cakrawala yang memerah di ufuk barat.

Foto bersama usai kegiatan

Foto bersama usai kegiatan

Malam harinya saya dan teman-teman ke sekolah lagi untuk ikut persami, kali ini dengan siswa dari ekskul Pramuka. Agenda mereka malam ini yaitu pelantikan anggota baru yang masih duduk di kelas satu. Setelah selesai acara dilanjutkan dengan acara santai. Di bawah cahaya bintang yang temaram dan hangatnya api unggun, kami berkumpul bersama bernyanyi ceria hingga akhirnya kantuk menggugurkan kebersamaan kami…

***

Minggu, 22-09-2013.
Minggu, siang hari. Kegiatan hari ini masih di SMAN 1 Siberut Utara yaitu aksi bersih pantai dan pemasangan papan himbauan untuk tidak menebang pohon cemara di sepanjang garis pantai di belakang sekolah. Para guru ditemani oleh Pak Sinaga selaku pembina Sispala Karonan, sedangkan para siswa kami yang menemani bersama Bang Rusdi, Bang Ridho dan Bang Darwis dari TNS. Start dimulai dari SMA kemudian menyusur pantai ke arah Muara.

Kegiatan telah usai menjelang sore dan kami berkumpul kembali di sekolah. Sambil menunggu acara penutupan saya dan rekan-rekan mengajak para siswa untuk kembali bermain game. Tepat di tengah halaman sekolah yang luas para siswa berkumpul membentuk lingkaran, sementara Ari, Syahrul dan saya sendiri bergantian memberikan materi game. Sesekali kami selipkan pertanyaan-pertanyaan seputar materi yang diberikan pada hari sebelumnya dan juga tentang pengetahuan umum. Agar lebih semarak menjawab kami memberikan hadiah bagi siapa yang mampu menjawab dengan benar.

Sungguh hari yang menyenangkan menghabiskan waktu bersama para siswa di sini. Namun sayang waktu juga yang membatasi, hari ini adalah hari terakhir kami disekolah dan sore ini acara penutupan. Usai kata sambutan acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama, mengabadikan momen yang mungkin tak terlupakan…

Foto bersama usai kegiatan

Foto bersama usai kegiatan

***

Senin, 23-09-2013.
Hari ini kami bisa bersantai karena sudah tidak ada lagi kegiatan. Pagi, usai sarapan kami segera berkemas untuk menuju Siberut Selatan. Karena besok sudah harus pulang menuju Padang. Jika kami tetap di sini maka akan lama menunggu kapal yang akan ke Padang. Menggunakan kapal milik TNS kami menyisir laut di sepanjang pantai pulau Siberut di bawah birunya langit hari ini.

Saya sempat khawatir ketika naik kapal ini apalagi ketika ombak menerpa, tapi lama-lama terbiasa dan malah asyik jadinya. Total penumpang di atas kapal ini yaitu 7 orang termasuk Pak Amir yang menjadi ‘nahkoda’. Pemandangan alam yang tersaji sepanjang perjalanan sungguh menakjubkan. Hamparan luas lautan biru dan langit dengan warna yang sama seolah bagai pasangan yang tak terpisahkan. Belum lagi titik-titik pulau yang hanya menyisakan sebatang-dua batang pohon yang sudah gersang dan gugusan karang yang luas terbentang, semakin memanjakan pandangan. Sesekali kami jumpai burung camar yang sedang menyambar, lumba-lumba yang berenang naik turun dan ikan terbang yang melintas di sisi kapal. Menakjubkan!

Tak terasa sudah dua jam kami di atas kapal ini, pukul 10.15 kapal sudah menepi di pantai Siberut Selatan. Kantor TNS hanya berjarak sekitar 200 m dari pantai, kami cukup berjalan kaki saja untuk sampai ke sana. Kecamatan Siberut Selatan sendiri terbagi dalam 5 desa yaitu Madobak Ugai, Maileppet, Matotonan, Muara Siberut dan Muntei. Ibukotanya terletak di Maileppet dan pelabuhan di Muara Siberut.

***

Selasa, 24-09-2013.

Pelabuhan Muara Siberut

Pelabuhan Muara Siberut di malam hari.

Hari adalah hari terakhir kami di Siberut sebelum kembali ke Padang. Kali ini kami naik KM. Sumber Rezeki Baru dan berangkat pukul 22.00 WIB. Berbeda dengan KMP. AMbu-ambu, KM. Sumber Rezeki ini sebagian besar badan kapalnya terbuat dari kayu. Sehingga ketika sedang berada di tengah laut dan ombak sedang tinggi tak ayal goncangannya begitu terasa, belum lagi bunyi derutan kapal akibat gesekan. Tapi tak apa, toh kami tetap bisa terlelap bagai di atas ayunan.

***

Rabu, 25-09-2013.
Akhirnya tiba juga di Padang…

Pelabuhan Muara di Padang

Pelabuhan Muara di Padang

-Selesai-

11 thoughts on “Petualangan Berkesan di Pulau Siberut – Kep. Mentawai

  1. halo !
    saya mahasiswa ITB yang kebetulan akan berkunjung ke siberut akhir tahun ini.
    saya ingin ngobrol lebih banyak tentang siberut terutama daerah – daerah kawasan taman nasional.
    bagaimana saya bisa menghubungi anda?
    terimakasih banyak🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s