Selamanya

Ir, aku merindukanmu malam ini, malam kemarin dan mungkin malam-malam yang akan datang. Apakah kau merasakan hal yang sama? Kurasa sekarang tidak lagi.

Matahari bersinar terlalu cepat berganti bulan di malam hari, daun-daun berguguran berganti musim semi. Begitu cepat waktu berlalu meninggalkan semua kenangan yang pernah kita lalui selama ini, tentu bersama canda-tawa teman kita yang sekarang entah di mana mereka berada. Yang jelas aku tahu kamu masih di hatiku, tak akan kemana-mana.

Ir, jika aku bisa kembali ke masa lalu…
Aku akan memilihmu untuk menemaniku saat ini memilih sepasang cincin di etalase toko di kota kita. Aku akan memilihmu untuk kemudian merapikan dasiku saat aku akan berangkat kerja. Aku akan memilihmu untuk memilih nama depan bagi sepasang anak kita. Yah, hidup memang tentang sebuah pilihan. Tapi sayangnya aku tak pernah punya kesempatan untuk memilihmu.

Bunga bermekaran menambahkan wangi suasana, lalu kau memetiknya saat itu untukku.
Maafkan aku pernah hinggap di bunga lain. Sekarang musim semi dan kau tak di pelukku, aku berharap musim selanjutnya kita bisa bersama apapun itu. Atau jika tidak aku ‘kan menunggumu di musim semi selanjutnya, tidak juga? Aku akan menunggumu selamanya…

2 thoughts on “Selamanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s