Icona Pop, Ekspresi Kebebasan Lewat Musik

Bagaimana jika kebebasan dibatasi oleh ruang lingkup yang sulit kita tembus? Misalnya lingkungan sekitar ataupun aturan yang kadang bisa membuat gila dan stuck, tidak produktif bukan? Bahkan imajinasi dan mimpi yang akan kita wujudkan perlahan menjauh dan sirna. Meski di zaman sekarang ini kebebasan seakan tidak ada batasnya, demokrasi yang kebablasan tapi adakalanya tempat kita mengekspresikan kebebasan tidaklah tepat dan kurang mendapat apresiasi dari lingkungan sekitar.

Kemudian ada satu tempat untuk mengekspresikan kebebasan tanpa mengganggu ketenangan orang lain (yang tidak suka) secara langsung. Yah, musik! Lebih spesifiknya lewat lagu, seperti yang disuarakan oleh Icona Pop. Duo asal Swedia tersebut menumpah-ruahkan emosi kebebasan mereka dalam lagu yang mereka ciptakan. Kebebasan absolut persis seperti yang mereka inginkan. Kebebasan tentang hidup di metropolitan dan malam yang penuh cahaya warna-warni yang berputar seolah tanpa batas dan tiada akhir, mereka selalu menikmatinya seolah takut kebebasan tak lagi menjadi milik mereka.

Icona Pop merupakan duo dari Swedia yang dibentuk tahun 2009, berawal dari pertemuan Caroline Hjelt dan Aino Jawo di sebuah pesta di tahun yang sama. Icona Pop mengusung musik electro house, punk dan pengaruh musik indie pop. Di awal kemunculannya Icona Pop merilis single berjudul “Manners”, hingga akhirnya nama mereka semakin dikenal lewat hits “We Love It” di mana lagu tersebut sukses secara komersil dan diendorse oleh berbagai pelaku industri bisnis, salah satunya yang populer dijadikan soundtrack iklan Samsung Galaxy S4.

Hingga saat ini Icona Pop telah merilis 6 buah official video untuk hits mereka, yang terbaru berjudul “Girlfriend”.

“Carry On”, Single Terbaru Avenged Sevenfold

Avenged Sevenfold dibentuk pada tahun 1999 namun baru pada tahun 2005 nama mereka melejit setelah merilis album ketiga denagn Judul “City of Evil”. Single pertama mereka, “Bat Country” sempat menduduki peringkat No. 1 di “MTV’s Total request Live” dan wira -wiri di tangga lagu dunia lainnya yang sekaligus mengangkat nama mereka di pentas musik dunia. Saat ini Avenged Sevenfold beranggotakan M. Shadows (vocal), Synister Gates (Lead guitar), Zacky Vengeance (Rythm guitar), Johnny Christ (Bass) dan seorang additional player Arin Ilejay (Drum).

Continue reading

Flyleaf, Alternative Metal Band

Gambar : flyleafmusic.com

Gambar : flyleafmusic.com

Bosan dengan lagu-lagu Metal dari BFMV, Trivium, Suicide Silence, Killswitch Engage dan sejenisnya saya coba googling untuk mencari alternatif bagi pendengaran saya. Namun tetap pencarian saya bertemakan Metal. Hasilnya saya menemukan Flyleaf, sebuah band metal dengan vokalis cewek. Setelah mendengar beberapa lagu dan melihat video–terutama versi live–mereka di youtube saya langsung tertarik. Alhasil lagu-lagu Flyleaf langsung nongkrong di urutan teratas playlist saya. Flyleaf merupakan sebuah band beraliran Alternative Metal asal Texas dan sejauh ini telah merilis 4 buah album. Jika didengar dari sound yang mereka mainkan, band ini terdengar mirip dengan Eyes Set To Kill dan Paramore. Suara Lacey Sturm yang piawai melantunkan vokal ala gothic dan emo mirip dengan karakter vokal Alexia Rodriguez dan Hayley Williams. Namun sayang sang vokalis mengundurkan diri dari band setelah album terakhir mereka di tahun 2012. Posisinya digantikan oleh additional vocalist Kristen May. Berikut video musiknya :

First single of first album :

First single of last album :

Dumb Ways To Die

Banyak cara untuk menyampaikan iklan/pesan layanan masyarakat ke publik. Namun jika cara-cara konvesional kurang bisa diterima atau bahkan diacuhkan, maka perlu dibuat iklan yang menarik dan tidak seperti biasanya. Seperti yang dilakukan perusahaan waralaba Metro Trains di Melbourne, Australia, dalam mengampanyekan pesan keselamatan Kereta Api. Mereka membuat video–yang disertai lirik lagu–animasi berisi adegan-adegan konyol yang mungkin saja dilakukan manusia, di mana dalam beberapa adegannya berkaitan dengan keselamatan tentang Metro Trains.

Video ini sangat menarik dan lucu dengan tidak mengesampingkan pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat. Selain sukses di YouTube, “Dumb Ways To Die” juga dirilis di iTunes dan sempat bertengger di posisi keenam lagu paling favorit secara global. Berikut videonya :

Pulpy Latté

Pulpy Latté adalah grup musik indie asal Padang yang terbentuk pada 3 Maret 2011. Grup ini beranggotakan Ami (vokal), Asep (gitar), Miftah (bass) dan Arul (drum). Mereka adalah mahasiswa Jurusan Teknik Industri angkatan 2007 di Universitas Andalas. Dan “Pulpy Pals” merupakan sebutan untuk pendengar setia Pulpy Latté.

Continue reading