Selamanya

Ir, aku merindukanmu malam ini, malam kemarin dan mungkin malam-malam yang akan datang. Apakah kau merasakan hal yang sama? Kurasa sekarang tidak lagi.

Matahari bersinar terlalu cepat berganti bulan di malam hari, daun-daun berguguran berganti musim semi. Begitu cepat waktu berlalu meninggalkan semua kenangan yang pernah kita lalui selama ini, tentu bersama canda-tawa teman kita yang sekarang entah di mana mereka berada. Yang jelas aku tahu kamu masih di hatiku, tak akan kemana-mana.

Ir, jika aku bisa kembali ke masa lalu…
Aku akan memilihmu untuk menemaniku saat ini memilih sepasang cincin di etalase toko di kota kita. Aku akan memilihmu untuk kemudian merapikan dasiku saat aku akan berangkat kerja. Aku akan memilihmu untuk memilih nama depan bagi sepasang anak kita. Yah, hidup memang tentang sebuah pilihan. Tapi sayangnya aku tak pernah punya kesempatan untuk memilihmu.

Bunga bermekaran menambahkan wangi suasana, lalu kau memetiknya saat itu untukku.
Maafkan aku pernah hinggap di bunga lain. Sekarang musim semi dan kau tak di pelukku, aku berharap musim selanjutnya kita bisa bersama apapun itu. Atau jika tidak aku ‘kan menunggumu di musim semi selanjutnya, tidak juga? Aku akan menunggumu selamanya…

Advertisements

Lembut

Lembut, sehelai angin menyapa ragaku
tak kusibak, kubiarkan ia terjebak hingga relung jiwaku
sesaat damai kurasa, sesaat kumampu melupakanmu tapi tak lama

Saat ini musim hujan, pepohonan, rumput dan setangkai anggrek menggigil resah
tapi aku selalu merasa hangat, malam menyelimutiku dengan keheningannya
sejenak kelembutanmu tergantikan malam ini

Ingin rasanya malam terus menemani sepiku
ingin selalu damai mesti tanpamu,
menapaki kesunyian tanpa ragu

Sekalipun malam harus berganti hari
meski mentari memuntahkan sinarnya kala pagi,
di celah-celah ranting pohon yang merangas sepi
Aku tak peduli, aku tak mau mengerti
Aku hanya ingin sendiri

Perlahan aku mulai kehilangan arah,
mencoba berdiri di atas sayunya langkah
menatap kenangan yang tertutup maya hingga jengah
secarik cerita yang terus terpatri indah…

“Selembut senyummu di pagi hari
selembut lakumu yang meneduhkan hati
selembut genggaman tanganmu saat kita berbagi
Aku rindu kelembutanmu…”