Menunggu Waktu

Malam berjalan lambat menemani langkah sepiku
pekat menggeliat seolah terlambat waktu
Malam seolah menjadi edelweis abadi,
meski mentari selalu tersenyum saat pagi dan langit tampak indah kala sore
Malam menjadi tempat bersandar, saat semua ragu butuh jawaban

Bukannya menunggu mawar ini layu
aku hanya ingin memastikan ia tumbuh subur di taman yang lain

Malam tak selalu gelap hanya saja pandanganku yang hitam
Sekalipun langit bertabur bintang dan purnama cerah merekah,
aku masih tak yakin bisa melangkah

Aku selalu yakin meski kadang bertanya,
Masih adakah celah pepohonan yang bisa aku sinari?
Masih adakah embun pagi yang bisa kuteguk segarnya?

Hingga akhirnya kubiarkan detik waktu terus melaju
Tak harap menghentikannya,
berharap bisa menikmatinya saat waktu telah lelah…